iisresource.org

WHO Catat Lebih asal 6.000 kasus Cacar kera global, 80% ada di Eropa

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menyatakan ketika ini tercatat lebih dari 6.000 perkara cacar kera yg dilaporkan pada 58 negara pada global. menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 80% asal kasus tersebut dilaporkan di Eropa.

Badan PBB ini akan kembali mengadakan rendezvous komite yang akan merekomendasikan endemi tersebut sebagai darurat kesehatan dunia, yang merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi WHO, di pertemuan 18 Juli mendatang atau lebih cepat.

Pada rendezvous sebelumnya, komite WHO menetapkan bahwa wabah ini belum sebagai darurat kesehatan, Meski penyebaran penyakit itu sudah keluar berasal negara endemiknya di benua Afrika.

“aku semakin risi dengan skala penyebaran virus ini pada semua dunia. Kurangnya pengujian berarti kemungkinan terdapat lebih banyak masalah yang tidak dilaporkan,” istilah Tedros mirip dikutip Reuters, beberapa waktu lalu.

Cacar simpanse ialah infeksi virus ringan yg menyebabkan tanda-tanda seperti flu dan lesi kulit. endemi ini sudah menyebar ke seluruh global semenjak awal Mei 2022. taraf kematian pada endemi sebelumnya asal strain virus yang saat ini menyebar ialah lebih kurang 1%.

Cacar monyet ialah endemik pada sembilan negara pada Afrika. namun, dalam sebulan terakhir, penyakit ini dilaporkan di Eropa, seperti Inggris, Spanyol, dan Portugal. gejala awal penyakit itu yakni demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan keluarnya ruam mirip cacar air.

Anak-Anak Rentan Terkena Monkeypox

Cacar monyet merupakan endemik di sembilan negara pada Afrika. tetapi, pada sebulan terakhir, penyakit ini dilaporkan di Eropa, seperti Inggris, Spanyol, serta Portugal. tanda-tanda awal penyakit itu yakni demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan keluarnya ruam mirip cacar air.

Kasus Monkeypox pada Amerika Capai 3000 Kasus

Amerika perkumpulan (Alaihi Salam) waktu ini sedang dilanda wabah cacar kera atau
monkeypox yg terkonfirmasi hampir mencapai tiga.000 kasus.

Pakar kesehatan warga memperingatkan bahwa Alaihi Salam waktu ini mencapai masa kritis buat membendung endemi penyakit itu.

Dilansir  pada Rabu (27/7) Negara Bagian New York melaporkan kasus terbanyak dengan 900 kasus, diikuti oleh California menggunakan 356 perkara, serta Florida dengan 247 masalah, menurut data terbaru asal sentra Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.

Mengingat terhambatnya tes di AS, nomor perkara cacar monyet yang dilaporkan kemungkinan lebih rendah berasal jumlah sebenarnya, menurut para ahli kesehatan.

CDC mengonfirmasi 2 masalah cacar kera di anak-anak di Jumat (22/7). galat satu dari kasus tersebut merupakan seseorang balita yg ialah warga California, sedangkan satu kasus lainnya merupakan bayi yang bukan penduduk AS.

Para pejabat kesehatan masyarakat sedang menelaah bagaimana anak-anak itu terinfeksi. CDC mengatakan bahwa kedua kasus itu tidak berkaitan serta mungkin ialah akibat penularan pada tempat tinggal tangga.

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) mengumumkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yg menjadi perhatian internasional pada Sabtu (23/7).

Para ahli kesehatan rakyat memperingatkan bahwa Alaihi Salam mencapai masa kritis buat membendung merebaknya wabah cacar simpanse.

“Kita menyia-nyiakan saat,” ujar Anne Rimoin, seorang profesor epidemiologi pada Fielding School of Public Health di University of California, Los Angeles.

“Setiap hari, waktu kita tidak terus mendorong maju (upaya) pada segala sisi, semakin mungil peluang kita buat bisa membendungnya,” ucapnya

Pejabat AS telah memperluas pengadaan tes dan menyediakan puluhan ribu vaksin. tetapi, persediaan yang terbatas tidak sinkron dengan permintaan, istilah pejabat kesehatan.

“Kita jauh tertinggal pada poly aspek, termasuk tes cepat dan akses pengobatan untuk pasien yang mungkin membutuhkan pengobatan,” ujar Preeti Malani, seorang ahli penyakit menular pada University of Michigan, kepada National Public Radio.