iisresource.org

Covid-19 Meningkat, BPOM Izinkan Paxlovid Sebagai Obat Covid-19

Kasus Covid-19 pelan mulai meningkat di Indonesia. Hal tersebut sebagaimana dinyatakan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin

“Indonesia itu mirip dengan India. Kenaikannya tak pesat, tetapi pelan naik terus. Melainkan kita belum memandang puncaknya tercapai dengan pesat,” kata Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers Evaluasi PPKM di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Selasa (19/7/2022).

Covid-19 Meningkat Lagi

Menurutnya, tingkat penularan dari subvarian BA.4 dan BA.5 yang dikenal sudah mendominasi kasus Covid-19, rupanya lebih pesat sekitar 1-3 kali lipat dapat menembus vaksinasi.

Artinya, lanjut Menkes Budi, subvarian BA4 dan BA5 memiliki kesempatan yang lebih besar menjangkit seseorang meski sudah divaksin. “Kemungkinan masyarakat terkena, terinfeksi lebih tinggi walau yang bersangkutan sudah divaksinasi,” tegasnya.

Padahal begitu, dia memberi masukan supaya masyarakat segera melakukan vaksinasi booster untuk memberikan perlindungan yang lebih. Menkes Budi Gunadi menuturkan bahwa booster sudah rupanya mampu meminimalisir seseorang terdampak buruk dari infeksi Covid-19.

BPOM Terbitkan Izin Paxlovid sebagai Obat Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) secara resmi menerbitkan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk tablet salut selaput Paxlovid sebagai obat Covid-19 . Sebelumnya, BPOM juga sudah menerbitkan EUA untuk antivirus Favipiravir dan Remdesivir (2020), antibodi monoklonal Regdanvimab (2021), serta Molnupiravir (2022).

Adanya tambahan macam antivirus yang memperoleh EUA ini menjadi salah satu opsi penatalaksanaan Covid-19 di Indonesia. Paxlovid sendiri yakni terapi antivirus inhibitor protease SARS-CoV-2 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Pfizer.

“Paxlovid yang disetujui berupa tablet salut selaput dalam bentuk kombipak, yang terdiri dari Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati Covid-19 pada orang dewasa yang tak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju Covid-19 berat,” papar Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito via siaran pers, dikutip Senin (18/7/2022).

“Adapun dosis yang disarankan yakni 300 mg Nirmatrelvir (dua tablet 150 mg) dengan 100 mg Ritonavir (satu tablet 100 mg) yang diminum bersama-sama dua kali sehari selama lima hari,” tambahnya.

Menurut hasil kajian berkaitan keamanannya, secara awam pemberian Paxlovid aman dan dapat ditoleransi. Efek samping tingkat ringan hingga sedang yang paling tak jarang dilaporkan pada kelompok yang menerima obat yakni dysgeusia (gangguan indera perasa) sebesar 5,6%, diare (3,1%), sakit kepala (1,4%), dan muntah (1,1%) dengan angka kejadian yang lebih tinggi diperbandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo (berurutan 0,3%; 1,6%; 1,3%; dan 0,8%).

Dari sisi efikasi, hasil uji klinik fase 2 dan 3 menunjukkan bahwa Paxlovid dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau kematian sebesar 89% pada pasien dewasa Covid-19 yang tak dirawat di rumah sakit dengan komorbid, sehingga berisiko berkembang menjadi parah.

Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal https://www.enfieldcommunitycouncil.org/.

BPOM, kata Penny, juga melakukan pengawasan terhadap rantai pasokan Paxlovid supaya keamanan, khasiat, dan mutu obat yang beredar dapat dipertahankan, serta mencegah pengaplikasiannya secara ilegal. Caranya situs judi slot online gampang menang dengan melakukan serangkaian kesibukan pengawasan dari hulu hingga hilir.

Rangkaian dimulai dari pengawasan pemasukan Bahan Baku Obat (BBO), pengawasan sarana produksi obat via pemenuhan aspek Metode Pembuatan Obat Bagus Metode (CPOB), pengawasan di sarana distribusi obat via pemenuhan aspek Metode Distribusi Obat Bagus Metode (CDOB), melakukan sampling, dan pengujian terhadap produk obat yang beredar, serta melakukan sosialisasi/Komunikasi jumpabola.com, , dan Edukasi (KIE) terhadap masyarakat seputar bahaya pemakaian obat ilegal.